Baiat Untuk Dinasti Abasiyah: Khalifah Pertama Abasiyah (II)

  • Bagikan
Baiat Untuk Dinasti Abasiyah Khalifah Pertama Abasiyah
Baiat Untuk Dinasti Abasiyah Khalifah Pertama Abasiyah

Abu Muslim memasuki Marwa dan mengambil baiat untuk as-Safah. Bersama yang lain, al-Karmani membaiat. Di bawah Abu Muslim, kondisi Marwa menjadi stabil.

Abu Muslim lalu mengirim pasukan hingga semua wilayah Khurasan berhasil ditaklukkan. Tapi ia juga khawatir dua putra al-Karmani, yaitu Ali dan Usman, bersatu melawan dia. Akhirnya Abu Muslim membunuh mereka berdua pada tahun 131 Hijriah.

Munculnya Khalifah Pertama Abasiyah

Sudah anda ketahui sebelumnya, Abul-Abas as-Safah berangkat menuju Kufah bersama keluarganya. Mereka tinggal dan bersembunyi di sana sampai terdengar kabar kemenangan Abu Muslim.

Abul-Abas, khalifah pertama Abasiyah, lalu menujukkan diri dan orang-orang mulai memanggilnya dengan panggilan “Khalifah.” Masyarakat juga menyampaikan duka atas kematian Ibrahim al-Imam.

Sebagai khalifah, as-Safah memasuki gedung pemerintahan pada Jumat pagi tanggal 12 Rabiul Awal tahun 132 H. Ia kemudian mengimami salat dan mengajak masyarkat untuk taat.

As-Safah membuat simbol dengan menngunakan pakaian hitam, simbol seluruh keluarga Abasiyah.

Marwan bin Muhammad Bersama 120.000 Pasukan

Saat semua hal tadi terjadi, Marwan bin Muhammad sedang berada di Haran. Mendengar kabar tentang Abasiyah yang mulai unjuk gigi, ia langsung menuju sungai Zab bersama 120.000 pasukan. Namun ia dihadang oleh Abu Aun (beserta pasukannya), salah satu juru kampanye Abasiyah di Syahrazur.

As-Safah membantu Abu Aun dengan mengirim pasukan beserta pamannya, Abdullah bin Ali bin Abdullah bin Abas. Kedua pasukan bertemu di sungai Zab.

Kekalahan Marwan bin Muhammad

Marwan berada di atas jembatan sungai Zab dan menyerang pasukan Abdullah bin Ali bin Abdullah bin Abas. Perang berkecamuk antara kedua belah pihak, sampai banyak tentara Marwan yang gugur.

Marwan kalah. Ia pergi melewati Mausil, dan lanjut menuju Haran. Ia tinggal di sana selama kurang lebih 20 hari.

Pasukan Abasiyah Mengejar Marwan bin Muhammad

Abdullah bin Ali bersama pasukannya mengejar Marwan. Tapi Marwan, keluarga, dan teman-temannya pergi menuju Homs. Abdullah tetap mengejarnya.

Marwan lalu pergi menuju Damaskus, Palestina, namun tetap dibayang-bayangi oleh Abdullah. Mesir menjadi tujuan Marwan berikutnya.

Abdullah juga tidak mau kalah. Ia mengirim saudaranya, Salih (bin Ali bin Abdullah bin Abas) untuk mengejar Marwan.

Marwan berhasil dikejar tepat di gereja. Malangnya, ia ditinggal oleh pasukannya.

Salah satu pasukan menusuk Marwan dengan tombak dan menebas kepalanya hingga putus. Kepala itu diberikan kepada Salih dan dikirim ke as-Safah. Hal ini terjadi pada tahun 132 H.

Runtuhnya Dinasti Umayah di Timur

Masa pemerintahan Marwan bin Muhammad 5 tahun dan 10 bulan. Ia mendapat julukan “al-Himar,” karena betah berperang. Umur dia 62 tahun, dan menajadi salah satu Khalifah Dinasti Umayah yang paling keras. Andai Marwan menjadi Khalifah dalam keadaan kondisi politik yang stabil, tentu ia akan menorehkan banyak kehebatan.

Dengan terbunuhnya Marwan bin Muhammad, runtuhlah Dinasti Umawiyah di Timur. Dan muncul sebagai pengganti, Dinasti Abasiyah. Ini terjadi pada tahun 132 H.

(Seri terjemahan kitab at-Tarikh al-Islami karangan Syekh Muhammad al-Khayat)

Baca Juga:

Detik Akhir Pemerintahan Marwan bin Muhammad (I)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.