Siapa Yang Menciptakan Allah?

  • Bagikan
Siapa Yang Menciptakan Allah
Siapa Yang Menciptakan Allah

Tentu, pertanyaan tentang siapa yang menciptakan Allah adalah hal yang terdengar aneh, dan tidak sepantasnya terlintas di pikiran. Tetapi, jika misalnya ada yang tiba-tiba bertanya seperti itu kepada kita, apa kira-kira jawabannya?

Kita akan sama-sama belajar menjawab pertanyaan ini dari dalil yang telah para ulama jelaskan.

Pertanyaan Lama dari Orang Musyrik

Yang menarik, sebenarnya pertanyaan ini umurnya sama tua dengan Islam (yang Nabi Muhammad bawa) itu sendiri. Kurang lebih sekitar 14 abad yang lalu, orang Yahudi sudah menanyakan pertanyaan ini kepada Nabi Muhammad. Pertanyaannya sama persis dengan pertanyaan yang sama-sama sedang kita pelajari.

Mari perhatikan redaksi hadis di bawah:

الثّانِي: أنَّها نَزَلَتْ بِسَبَبِ سُؤالِ اليَهُودِ رَوى عِكْرِمَةُ عَنِ ابْنِ عَبّاسٍ، «أنَّ اليَهُودَ جاءُوا إلى رَسُولِ اللَّهِ ومَعَهم كَعْبُ بْنُ الأشْرَفِ، فَقالُوا: يا مُحَمَّدُ هَذا اللَّهُ خَلَقَ الخَلْقَ، فَمَن خَلَقَ اللَّهَ ؟ فَغَضِبَ نَبِيُّ اللَّهِ عَلَيْهِ السَّلامُ فَنَزَلَ جِبْرِيلُ فَسَكَّنَهُ، وقالَ: اخْفِضْ جَناحَكَ يا مُحَمَّدُ، فَنَزَلَ: قُلْ هو اللَّهُ أحَدٌ

Arti hadis ini tidak akan kami terjemah biasa-biasa saja. Akan kami bentuk cerita. Tujuannya hanya agar lebih renyah saja. (Semoga saja)

Alkisah, suatu ketika, orang Yahudi berbondong-bondong mendatangi Nabi Muhammad. Mereka berangkat bersama Ka’ab bin al-Asyraf. Sesampainya di tempat Nabi Muhammad, mereka bertanya, “Wahai Muhammad, Allah kan menciptakan makhluk, lalu siapa yang menciptakan Allah?”

Nabi Muhammad marah besar. Tak lama setelah itu, malaikat Jibril mendatangi beliau dan menenangkan beliau. Kata malaikat Jibril, “Tenang wahai, Muhammad.”

Lalu turun Surah al-Ikhlas. Ayat yang menjelaskan bahwa Allah tidak beranak dan tidak dilahirkan.

Tentang sebab turunnya surah ini bisa dibaca dalam kitab Mafatihil-Ghaib karangan Imam Fakhrud-Din ar-Razi. (Ada banyak sebenarnya riwayat tentang turunnya surat al-Ikhlas. Yang kami sebutkan di atas adalah riwayat yang kedua)

Yang Bisa Kita Pahami Dari Cerita dan Ayat Ini

Dari cerita dan ayat di atas, kita bisa memahami bahwa Allah tidak diciptakan. Ini berarti pertanyaan di atas sebenarnya tidak relevan.

Tidak relevan kita bertanya, misalnya, siapa yang telah mematahkan bolpoin, padahal memang bolpoinnya tidak patah. Siapa yang telah mengambil buku, padahal memang buku itu tidak pindah ke mana-mana. Siapa yang menciptakan Allah, padahal memang Allah tidak diciptakan.

Dengan begini, jelas sudah bagaimana cara menjawab pertanyaan yang menjadi judul tulisan ini. Jawabannya adalah tidak ada jawaban. Sebab memang pertanyaannya yang keliru sejak awal. Karena itu kita tidak bisa menjawabnya. Atau lebih tepatnya, kita memang tidak perlu menjawabnya.

Baca Juga:
Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Karena Kecapekan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.