Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Karena Kecapekan

  • Bagikan
Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Karena Kecapekan
Hukum Istri Menolak Ajakan Suami Karena Kecapekan

Ada satu hadis yang menjelaskan penolakan istri untuk melakukan hubungan suami-istri dan akibatnya yang mengerikan. Hadis itu adalah:

إِذا دَعا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إلى فِراشِهِ فأبَتْ فَباتَ غَضْبانَ عَلَيْها لَعَنَتْها المَلائِكَةُ حتّى تُصْبِحَ

“Jika suami mengajak istri untuk berhubungan suami istri, lalu istri menolak dan suami marah selama satu malam, maka malaikat akan melaknatnya sampai subuh.”

Hadis ini sahih. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari (3237) dan Imam Muslim (1436).

Hadis ini menjelaskan, jika istri menolak ajakan suami untuk melakukan hubungan suami istri, maka haram hukumnya. Alias, istri wajib mengikuti apa yang telah suami minta. Menurut Syekh Mula Ali al-Qari dalam kitabnya, Mirqatul-Mafatih Syarh Misykatil-Mashabih juz 5, hlm. 121, ini terjadi, sebab istri wajib taat kepada perintah suami, selama perintah itu bukan bentuk kemaksiatan kepada Allah.

Imam an-Nawawi menjelaskan dalam kitabnya, Riyadus-Salihin, bahwa hal ini tidak berlaku jika memang ada uzur syari. Seperti istri sedang berpuasa, haid, dll. Dalam keadaan ini, istri boleh menolak ajakan suami.

Lelah Juga Uzur Istri Boleh Menolak Ajakan Suami?

Lalu bagaimana hukumnya jika istri menolak karena dia kecapekan? Apakah ini juga termasuk uzur?

Anggota dewan fatwa Darul-Ifta al-Misriyah (lembaga fatwa Mesir), Syekh Mahmud Syalbi, menjelaskan salah satu uzur yang bisa membuat istri boleh menolak ajakan suami adalah kelelahan atau kecapekan.

إِنَّ الْأَصْلَ فِيْ ذَلِكَ أَنَّ الزَّوْجَةَ لاَ تَمْنَعُ نَفْسَهَا عَنْ زَوْجِهَا إِذَا طَلَبَهَا، وَلَكِنْ قَدْ يَعْتَرِيْهَا حَالَةٌ تَسْمَحُ لَهَا بِعَدَمِ التَّلْبِيَّةِ، مِثْلَ الْمَرَضِ، وَالتَّعَبِ الشَّدِيْدِ، وَوُجُوْدِ عُذْرِ حَيْضٍ أَوْ نِفَاسٍ، أَوْ إِحْرَامٍ بِحَجٍّ أَوْ عُمْرَةٍ

Beliau berkata, “Memang pada dasarnya istri tidak boleh menolak permintaan suami melakukan hubungan suami istri. Akan tetapi, terkadang, ada beberapa keadaan yang memperbolehkannya. Seperti sakit, kelelahan, haid, nifas, sedang haji atau sedang umrah.”

Namun tentu, penolakan istri kepada suami juga harus baik-baik. Tidak ada bentak-bentak, dan perilaku-perilaku lain yang malah membuat hubungan rumah tangga memburuk.

Sebab ini adalah masalah yang berkaitan antara suami dan istri, ada baiknya mereka selalu membicarakan segalanya dengan baik, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan ranjang.

Bagi suami, hendaknya juga bisa memahami keadaan istri. Syariat Islam tidak hanya menuntut istri untuk taat kepada suami, tapi juga memerintahkan kepada suami untuk baik kepada istrinya. Sebagaimana tertera dalam al-Quran surat an-Nisa ayat 09:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan hendaknya kalian bergaul dengan baik dengan istri-istri kalian.”

Baca Juga: Detik Akhir Pemerintahan Marwan bin Muhammad (I)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.